Bandar Lampung – Komitmen Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menjaga kualitas infrastruktur kembali ditegaskan. Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turun langsung meninjau hasil perbaikan Jalan Wala Kuba, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, yang telah rampung dikerjakan, Senin (3/8/2026).
Peninjauan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengawasan langsung untuk memastikan pekerjaan pemeliharaan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Infrastruktur yang baik bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.
“Perbaikan yang dilakukan di ruas Jalan Wala Kuba difokuskan pada pemeliharaan melalui penambalan (patching) pada bagian jalan yang mengalami kerusakan,” ujar Eva Dwiana saat meninjau lokasi.
Pemeliharaan dimulai di kawasan Sawit, Way Laga, dengan perbaikan jalan beton sepanjang kurang lebih 300 meter menggunakan metode patching.
Metode ini dipilih sebagai langkah efektif untuk mengembalikan fungsi jalan pada bagian yang mengalami kerusakan tanpa mengganggu keseluruhan konstruksi.
Selain jalan beton, pemerintah juga melakukan perbaikan pada ruas jalan beraspal secara parsial atau spot-spot sesuai tingkat kerusakan di lapangan.
Pekerjaan tersebut difokuskan di dua titik utama, yakni kawasan Wala Suci dan Wala Jaya, sebagai solusi cepat dan tepat sasaran terhadap kerusakan yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Tidak berhenti pada badan jalan, Pemerintah Kota Bandar Lampung turut melakukan pemeliharaan pagar pengaman (railing) jembatan di sepanjang ruas Jalan Wala Kuba.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur harus memprioritaskan aspek keselamatan, bukan sekadar mengejar hasil fisik.
Rampungnya pemeliharaan Jalan Wala Kuba diharapkan mampu memperlancar arus transportasi warga Way Laga dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Akses yang lebih baik akan mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
Keberadaan pemerintah di tengah masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui perencanaan, tetapi juga melalui pengawasan terhadap hasil pekerjaan.
Peninjauan yang dilakukan Wali Kota menjadi pesan tegas bahwa setiap program pembangunan harus berorientasi pada kualitas, akuntabilitas, dan kepentingan publik.
Infrastruktur yang terawat adalah fondasi kemajuan daerah. Ketika jalan dalam kondisi baik, mobilitas meningkat, roda perekonomian bergerak lebih cepat, dan kualitas hidup masyarakat ikut terangkat. Itulah esensi pembangunan yang sesungguhnya: menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. (*)
![]()
