TULANG BAWANG – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana kembali ditegaskan pemerintah melalui peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Tulangbawang dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Kegiatan yang mengusung tema “Wujudkan Sekolah ASRI” tersebut berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 02 Menggala, Kecamatan Menggala, Selasa (28/04/2026)
Peresmian dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti beserta jajaran, Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Tulangbawang, Ketua TP PKK Kabupaten Tulangbawang, serta seluruh kepala sekolah se-Kabupaten Tulangbawang.
Momentum ini bukan sekadar seremoni pembangunan fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, revitalisasi sekolah menjadi simbol keseriusan negara dalam menghadirkan lingkungan belajar yang Aman, Sehat, Ramah, dan Indah (ASRI) sebagai fondasi lahirnya generasi unggul yang mampu bersaing di masa depan.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, pembangunan ruang kelas, fasilitas penunjang, dan lingkungan sekolah yang layak harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga upaya menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan inspiratif bagi peserta didik.
Kami ingin memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikan yang layak dalam lingkungan yang ASRI, sehingga mampu mendorong prestasi dan karakter yang unggul,” tegas Abdul Mu’ti.
Pernyataan tersebut mengandung pesan penting bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan tenaga pengajar, tetapi juga oleh kualitas lingkungan belajar yang mendukung tumbuhnya kreativitas, disiplin, dan karakter peserta didik.
Abdul Mu’ti juga mengingatkan bahwa keberlanjutan program revitalisasi membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Tanpa kolaborasi yang konsisten, pembangunan fisik berisiko kehilangan dampak strategisnya terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Sementara itu, Bupati Tulangbawang Qudrotul Ikhwan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kemajuan pendidikan di daerah yang dipimpinnya.
Ia menilai program revitalisasi sekolah menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang semakin kompleks di tengah tuntutan perkembangan zaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas dukungan melalui program revitalisasi ini. Ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Tulangbawang,” ujarnya.
Qudrotul menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penguatan sistem pendidikan harus berjalan seiring agar hasil yang dicapai benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
“Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap seluruh satuan pendidikan di Tulangbawang semakin maju, nyaman, dan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Peresmian revitalisasi sekolah ini menjadi penanda bahwa pembangunan pendidikan harus dipandang secara utuh. Gedung yang baik memang penting, namun yang lebih penting adalah bagaimana fasilitas tersebut mampu melahirkan budaya belajar yang sehat, produktif, dan berorientasi pada prestasi.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, investasi terbesar bangsa sesungguhnya bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, melainkan pada pembangunan manusia.
Karena itu, revitalisasi sekolah harus menjadi titik awal transformasi pendidikan yang lebih substansial, bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi gerakan bersama untuk mencetak generasi Indonesia yang berilmu, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (*)