Tulang Bawang – Bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan ruang bagi nilai kemanusiaan untuk tumbuh dan diuji dalam tindakan nyata. Di Kabupaten Tulang Bawang, semangat itu diwujudkan melalui kegiatan sosial bertajuk “Seribu Takjil untuk Negeri”, yang mempertemukan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga sosial dalam satu gerakan berbagi untuk sesama. Rabu (11/03/2026)
Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan, M.M. bersama Ketua TP PKK Ny. Herlinawati Qudrotul, S.H., Ketua Dharma Wanita Persatuan Ida Seprida, S.E., M.Ec.Dev., serta Sekretaris Daerah Ir. Ferli Yuledi, S.P., M.M., M.T., hadir langsung dalam kegiatan pembagian 1.000 paket takjil, santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa, serta buka puasa bersama Dewan Pimpinan Cabang GRANAT Tulang Bawang.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DPC GRANAT Tulang Bawang, BAZNAS, KORPRI, dan PII Tulang Bawang. Sinergi lintas lembaga ini menjadi pesan kuat bahwa kepedulian sosial tidak dapat berdiri sendiri, melainkan lahir dari kebersamaan dan tanggung jawab kolektif.
Pembagian takjil dipusatkan di kawasan Terminal Menggala, salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup padat. Kehadiran para relawan dan jajaran pemerintah disambut antusias warga serta para pengguna jalan yang melintas menjelang waktu berbuka.
Senyum, ucapan terima kasih, dan doa menjadi pemandangan yang memperlihatkan betapa sederhana namun bermaknanya aksi berbagi di bulan Ramadhan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Sekretariat DPC GRANAT Tulang Bawang dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa, serta buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan menegaskan bahwa Ramadhan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai momentum ibadah personal, tetapi juga sebagai ruang membangun empati sosial.
“Ramadhan adalah bulan yang mendidik kita untuk peduli. Berbagi bukan sekadar memberi, tetapi juga membangun rasa kebersamaan dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini kita berharap dapat menghadirkan kebahagiaan, khususnya bagi anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga sosial dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat.
Menurutnya, sinergi seperti ini mencerminkan nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama bangsa. Ketika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, maka pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh dimensi kemanusiaan.
Kegiatan Seribu Takjil untuk Negeri bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. Ia menjadi simbol bahwa solidaritas sosial masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa kepedulian masih menjadi bahasa yang dipahami bersama.
Di tengah tantangan sosial yang terus berkembang, gerakan berbagi seperti ini menghadirkan pesan sederhana namun kuat: bahwa kebersamaan dan empati adalah fondasi penting bagi terciptanya masyarakat yang adil, harmonis, dan berdaya.
Ramadhan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan, nilai yang menjadikan masyarakat lebih kuat ketika saling peduli. (*)