Lampung Buka Peluang Investasi, 15 LoI Ditandatangani dalam Ajang LEIF 2025

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

JAKARTA — Pemerintah Provinsi Lampung berhasil menarik antusiasme tinggi investor dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025 yang digelar di Ballroom Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan yang dihadiri puluhan investor asing itu mencatat capaian penting dengan penandatanganan 15 Letter of Intent (LoI) untuk berbagai proyek strategis daerah.

Kegiatan yang digelar bersama Forum Investasi Lampung (FOILA) tersebut menjadi ajang strategis untuk mempromosikan potensi investasi daerah, memperkuat hilirisasi komoditas unggulan, sekaligus memperkenalkan Lampung sebagai magnet baru investasi nasional.

Kehadiran investor dari Jepang, Belgia, Filipina, Malaysia, hingga Tiongkok dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan komunitas internasional terhadap potensi ekonomi Lampung.

“Lampung siap menjadi pusat hilirisasi lima komoditas strategis: kelapa, kopi, lada, ubi kayu, dan udang,” ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat menjadi Keynote speaker pada kegiatan tersebut.

Gubernur menyebut, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp483,8 triliun pada 2024, yang menempatkan Lampung di posisi keempat tertinggi di Sumatra, daerahnya membuka peluang besar bagi investasi di sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.

Silahkan Baca juga :  Sambut HUT ke-62, Pemprov Lampung Dorong Optimalisasi PKOR untuk Wisata dan UMKM

Gubernur Mirza juga mengungkapkan arah pembangunan ekonomi Lampung kini fokus pada peningkatan nilai tambah melalui penguatan industri pengolahan di daerah.

“Kebijakan hilirisasi menjadi jalan agar Lampung tidak hanya menjadi penghasil bahan mentah, tetapi juga pusat produksi bernilai tinggi,” ujarnya.

Forum ini juga mendapat dukungan penuh dari Bank Indonesia Perwakilan Lampung, yang menilai momentum ini penting untuk memperkuat ekosistem investasi berkelanjutan.

“Capaian 15 LoI pada kegiatan ini adalah hasil yang sangat baik. Sehingga perlu untuk kita tindak lanjuti, supaya segera terealisasi,” ucap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto dalam kesempatan tersebut.

LEIF 2025 turut menghadirkan pameran proyek-proyek investasi daerah dan sesi one-on-one meeting antara calon investor dengan pemilik proyek (project owner). Forum ini menjadi ruang interaktif membahas peluang kerja sama, skema pembiayaan, serta model investasi di sektor prioritas.

Silahkan Baca juga :  Pj.Sekda Tuba Hadiri Penyerahan Alat Pertanian dari Menteri Pertanian

Dalam forum tersebut, Pemprov Lampung menawarkan 11 proyek unggulan dengan nilai investasi total lebih dari Rp22 triliun. Proyek-proyek itu antara lain Bakauheni Harbour City (Rp4,5 triliun), Way Kanan Industrial Park (Rp3,5 triliun), Sebalang Port Expansion (Rp3 triliun), dan Floating Solar Power Plant (Rp2,1 triliun).

Proyek lainnya meliputi Kemiling Agripark Development Plan (Rp1,2 triliun), Kota Baru Area (Rp1,7 triliun), Betan Subing Terminal & Double Track Railway (Rp2,4 triliun), Gunung Tiga Geothermal Power Plant (Rp1,8 triliun), serta beberapa proyek wisata dan energi lainnya.

Adapun penandatanganan LoI dilakukan oleh sejumlah perusahaan internasional, seperti Nippon Koei, PT Kobelco Trading Indonesia, PT Mitsui Indonesia, PT Sinohydro Corp Ltd, dan PT Bakrie Power.

Investor Malaysia Azwan Omar menandatangani LoI untuk proyek Agripark Kemiling, sementara perusahaan asal Filipina, N Mark Castro, menunjukkan minat pada pengembangan Bakauheni Harbour City.

Dari sektor energi, PT Tanyoe Sentosa, Xurya Daya, dan PT Magical Crystal Indo menandatangani komitmen untuk proyek Floating Solar Power Plant di Way Jepara dan Marga Tiga.

Silahkan Baca juga :  Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Polsek Gedung Aji Perkuat Silaturahmi dan Santuni Anak Yatim

Penandatanganan 15 LoI ini, menjadi bukti konkret meningkatnya daya tarik Lampung di mata investor. Dengan keberhasilan ini, forum investasi seperti LEIF diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang menghubungkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan dalam mempercepat realisasi proyek strategis.

Berikut adalah investor yang menandatangani LOI :

Betan Subing Terminal
1. Nippon KOEI
2. PT. Kobelco Trading Indonedia
3. Embassy of Belgium
4. PT. Mitsui Indonesia

Double Track Railway
1. Nippon KOEI
2. PT. Kobelco Trading Indonesia
3. Embassy of Belgium
4. PT Mitsui Indonesia

Bakauheni Harbour City
1. N Mark Castro Filipina

Sebalang Port
1. PT Bukit Kiara Lestari

Agripark Kemiling
1. Azwan Omar Malaysia

Floating Solar Power Plant
1. PT Tanyoe Sentosa
2. PT Bakrie Power
3. Xurya Daya
4. PT Magical Crystal Indo

Kotabaru Lampung
1. PT Sinohydro Corp Ltd
2. PT Tanyoe Sentosa

Loading

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak

Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang