Hiswana Migas Lampung: Antrean Solar Subsidi Bukan Sekadar Soal Stok, tetapi Alarm Tata Kelola Distribusi

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Bandar Lampung – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan solar subsidi tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan keterbatasan pasokan.

Kondisi tersebut merupakan akumulasi persoalan tata kelola distribusi, ketepatan kuota, keterlambatan penyaluran, hingga fenomena panic buying yang semakin memperburuk situasi di lapangan.

Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung, Donny Irawan, menegaskan bahwa akar persoalan harus diselesaikan dari hulu melalui kebijakan pemerintah yang mampu menjamin kecukupan kuota serta kepastian distribusi BBM subsidi.

“Yang paling penting adalah pembenahan kuota BBM subsidi. Pasokannya harus dipastikan mencukupi, distribusinya diperbaiki, dan pembeli yang berulang kali mengisi BBM juga harus ditertibkan.

Kalau masyarakat yakin besok masih tersedia, mereka tidak akan melakukan pembelian secara panik,” ujar Donny, Selasa (30/6/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa antrean panjang bukan hanya dipicu keterbatasan stok, melainkan juga hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kepastian ketersediaan solar subsidi.

Silahkan Baca juga :  Sekdaprov Lampung Terima Visitasi ASKOMPSI, Tegaskan Komitmen Integrasi Data Menuju Pemerintahan Digital

Ketika publik merasa pasokan tidak menentu, kecenderungan membeli setiap kali memperoleh kesempatan menjadi respons yang sulit dihindari. Akibatnya, tekanan terhadap distribusi semakin besar dan antrean terus memanjang.

Namun demikian, Donny menegaskan Hiswana Migas tidak berada pada posisi untuk menjelaskan kondisi stok nasional maupun alokasi distribusi ke masing-masing SPBU. Kewenangan tersebut sepenuhnya berada di tangan Pertamina.

“Kalau soal stok maupun pembagian ke setiap SPBU, itu merupakan ranah Pertamina.

Masing-masing SPBU menerima alokasi yang berbeda sehingga tidak bisa disamakan,” jelasnya.

Selain faktor kuota, distribusi BBM juga dinilai masih menghadapi berbagai kendala teknis.

Mulai dari keterlambatan kapal pengangkut bersandar, antrean mobil tangki di terminal BBM, hingga keterlambatan pengiriman ke SPBU menjadi mata rantai yang berdampak langsung terhadap ketersediaan solar di tingkat konsumen.

Silahkan Baca juga :  Pemkot Bandar Lampung Groundbreaking Pembangunan Chinatown Telukbetung

Persoalan tersebut semakin diperparah karena sebagian besar SPBU tidak memiliki buffer stock yang memadai untuk mengantisipasi keterlambatan distribusi.

Ketika pasokan terlambat tiba, stok yang tersedia cepat habis dan masyarakat kembali menghadapi ketidakpastian.

“Kalau SPBU memiliki buffer stock, saat mobil tangki terlambat datang masih ada cadangan.

Sekarang justru itu yang menjadi persoalan sehingga stok cepat habis dan masyarakat semakin khawatir,” ungkapnya.

Hiswana Migas menilai penyelesaian persoalan solar subsidi tidak cukup hanya dengan menambah pasokan. Pemerintah juga dituntut memperbaiki sistem distribusi, memastikan kuota sesuai kebutuhan riil daerah, memperketat pengawasan agar subsidi tepat sasaran, sekaligus menindak praktik pembelian berulang yang berpotensi mengganggu pemerataan distribusi.

“Selain stok, perilaku konsumen juga menjadi perhatian. Aparat perlu ikut melakukan pengawasan agar pembelian BBM subsidi benar-benar sesuai peruntukannya,” tambah Donny.

Silahkan Baca juga :  Safari Ramadan di Gedung Ratu, Wabup Nadirsyah Ajak Warga Perkuat Sedekah dan Kepedulian Lingkungan

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa SPBU bukanlah tempat penyimpanan BBM dalam jumlah besar.

Sistem distribusi yang berjalan saat ini mengandalkan pasokan langsung dari terminal ke SPBU, sehingga setiap keterlambatan pengiriman akan segera berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, persoalan solar subsidi tidak dapat disederhanakan menjadi isu kelangkaan semata.

Kondisi ini merupakan indikator bahwa tata kelola distribusi energi masih memerlukan pembenahan menyeluruh agar mampu menjamin kepastian layanan publik.

Hiswana Migas pun mendorong pemerintah mengevaluasi kebijakan subsidi secara komprehensif dengan tetap menjamin kepastian kuota, kelancaran distribusi, serta pengawasan yang efektif.

Kepastian pasokan dinilai menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat sekaligus mengakhiri antrean panjang yang selama ini menjadi potret rapuhnya distribusi energi bersubsidi. (*)

Loading

| Baca Juga

استكشاف ميزات الكازينو: ما الذي يقدمه لك في 2026

استكشاف ميزات الكازينو: ما الذي يقدمه لك في 2026

في عالم الكازينوهات، تتطور التجارب والميزات باستمرار لتلبية احتياجات اللاعبين المتزايدة والمتغيرة. مع حلول عام 2026، يُتوقع أن تشهد الكازينوهات

September 2, 2026
Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?Бонусы казино Пинко значительно отличаются от предложений конкурентов, и это делает данное заведение

Agustus 20, 2026
Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежатьСкачивание приложения 1win может показаться простым процессом, однако многие пользователи сталкиваются с

Agustus 21, 2026
Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счетаВ данной статье мы рассмотрим преимущества зеркала 1xbet по сравнению с

Agustus 21, 2026