Diduga Belanja Modal Rp 2,4 Miliar Diskominfo Tulang Bawang Jadi Sorotan

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

TULANG BAWANG – Aroma pemborosan anggaran publik kembali menyeruak dari tubuh birokrasi Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada belanja modal peralatan studio video dan film oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang mencapai Rp 2,4 miliar.

Angka fantastis tersebut dinilai jauh melampaui harga pasar yang semestinya berkisar sekitar Rp 500 juta, berdasarkan estimasi dan perbandingan harga yang wajar di pasaran. (23/10/2025)

Perbedaan nilai hingga hampir lima kali lipat ini menimbulkan tanda tanya besar, adakah efisiensi anggaran atau justru indikasi pemborosan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara?

Dalam upaya mengonfirmasi hal tersebut, Tim Media mendatangi Kantor Dinas Kominfo Tulang Bawang untuk mengklarifikasi dua poin utama:

1. Kejelasan hasil studi banding ke Kemendagri, terkait Surat Edaran (SE) serta

Silahkan Baca juga :  Pemkab Tuba Loucing Kegiatan Car Free Day, Pj Bupati Tuba Apresiasi Kapolres Tuba

2. Pengadaan peralatan studio video dan film atau videotron yang menelan dana miliaran rupiah.

Kepala Dinas Kominfo Tulang Bawang, Nanan Wisnaga, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, membenarkan adanya pengadaan videotron senilai Rp 2,4 miliar.

Ia menjelaskan bahwa proses belanja dilakukan melalui sistem E-Katalog, bukan dengan mekanisme tender terbuka.

“Itu belanja melalui sistem E-Katalog, bukan tender,” ujar Nanan singkat.

Namun, ketika Tim Media meminta penjelasan lebih rinci terkait siapa pejabat teknis yang membidangi proyek tersebut, Nanan memberikan jawaban yang justru menimbulkan kebingungan.

“Boleh tanya sama Kabid ke saya pun juga boleh,” ucapnya dengan nada ambigu.

Pernyataan tersebut memunculkan kesan bahwa Kepala Dinas Kominfo mengetahui penuh proses internal proyek, namun berusaha mengalihkan tanggung jawab teknis ke bawahannya.

Silahkan Baca juga :  Aldi dan Ratu Dapat Dukungan Pj Bupati dan Ketua TP PKK

Ironisnya, ketika ditanya mengenai perusahaan (PT) rekanan yang melaksanakan pengadaan, Nanan mengaku tidak tahu dan tidak hafal nama pihak penyedia barang.

“Saya tidak pernah hafal PT apa yang saya belanjakan,” dalihnya dengan nada kebingungan.

Nanan menambahkan, “Kalau saya melihat harga tawaran, kami juga melakukan proses banding saja. Kalau kata saya sih itu masuk aja,” jelasnya santai.

Pernyataan tersebut menimbulkan pertanyaan serius, bagaimana mungkin seorang Kepala Dinas tidak mengetahui detail perusahaan dan nilai pembelanjaan yang berada di bawah kewenangannya, padahal anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah uang rakyat?

Secara normatif, setiap pengadaan barang dan jasa pemerintah wajib menjunjung asas efisien, transparan, dan akuntabel.

Silahkan Baca juga :  Belanja Fantastis Rp 2,4 Miliar di Kominfo Tulangbawang Disorot, LSM Desak Audit Transparan Kominfo Tuba

Maka, selisih harga yang signifikan antara nilai realisasi dan estimasi pasar patut menjadi perhatian lembaga pengawas, baik Inspektorat Daerah, BPK, maupun aparat penegak hukum.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan modern, penggunaan sistem E-Katalog seharusnya menjadi jaminan efisiensi dan keterbukaan harga, bukan celah untuk menggelembungkan nilai pengadaan.

Oleh sebab itu, publik layak menuntut audit terbuka terhadap belanja modal Rp 2,4 miliar tersebut, demi memastikan tidak ada praktik penyimpangan yang merugikan keuangan negara.

Transparansi adalah kunci kepercayaan publik. Dan ketika pejabat publik mulai gagap menjelaskan penggunaan anggaran miliaran rupiah, publik punya hak untuk curiga, bahwa mungkin, ada yang tidak beres di balik layar. (Jef)

Loading

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak

Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang