Bupati Qudratul Ikhwan Tegaskan Guru Harus Melek Teknologi, Great Teacher 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan Tulangbawang

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Tulang Bawang – Komitmen memperkuat kualitas pendidikan di tengah arus transformasi digital kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tulangbawang. Bupati Tulangbawang, Drs. Qudratul Ikhwan, M.M., secara resmi membuka Seminar dan Workshop Great Teacher 2026 yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Menggala, Kamis (12/03/2026), dengan diikuti ratusan tenaga pendidik dari berbagai sekolah di Kabupaten Tulangbawang.
Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas guru, melainkan menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi untuk menjawab tantangan pendidikan di era digital yang terus berkembang cepat.
Dalam arahannya, Bupati Qudratul Ikhwan menegaskan bahwa guru merupakan pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kemajuan daerah dan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang lahir dari tangan para pendidik.
“Tanpa guru, saya dan mungkin kita semua tidak akan berada pada posisi saat ini. Itu sebabnya guru memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan.
Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, mari terus membangun kolaborasi demi kemajuan pendidikan di Tulangbawang,” tegas Qudratul.
Ia menilai, perkembangan teknologi telah mengubah cara belajar generasi muda. Karena itu, guru tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional, tetapi harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Era digital menuntut guru untuk terus belajar. Anak-anak saat ini hidup dalam lingkungan yang serba digital. Jika guru tidak mampu mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan zaman, maka akan tertinggal. Pendidikan harus bergerak seiring perkembangan dunia,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang berada di garis terdepan proses pembelajaran.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PGRI Pusat, Dudung Abdul Qodir, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tulangbawang dan PGRI Tulangbawang atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menyebut Seminar dan Workshop Great Teacher 2026 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik.
Menurut Dudung, keberhasilan organisasi pendidikan ditentukan oleh kemampuan membangun komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi secara berkelanjutan.
“Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Keberhasilannya terlihat dari adanya komunikasi, koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang terbangun dengan baik.
Jika empat hal ini terus dijaga, saya optimistis PGRI Tulangbawang mampu menjadi lokomotif perubahan pendidikan di Provinsi Lampung,” katanya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PGRI Kabupaten Tulangbawang yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Tulangbawang, M. Ami Iswandi Balau, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar di tengah perubahan zaman.
Ia menekankan bahwa guru harus mampu memahami perkembangan teknologi, kebutuhan belajar siswa, serta menerapkan metode pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan karakter peserta didik.
“Guru dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya. Pembelajaran yang menarik dan efektif hanya dapat terwujud apabila guru mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi saat ini,” ujarnya.
Dalam perspektif yang lebih luas, Jurnalis Senior Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, mengingatkan pentingnya peran media dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, pers juga memiliki tanggung jawab edukatif untuk mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas dan kritis.
Ia berharap seminar dan workshop tersebut menjadi ruang pembelajaran yang mampu memperluas wawasan para pendidik terhadap berbagai perubahan yang terjadi di era digital.
“Kompetensi guru harus terus ditingkatkan. Keterbukaan terhadap perkembangan digital menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari jika ingin menciptakan pendidikan yang maju dan berdaya saing,” ungkap Iskandar.
Seminar dan Workshop Great Teacher 2026 menjadi pesan kuat bahwa masa depan pendidikan Tulangbawang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kesediaan para guru untuk terus belajar, berinovasi, dan beradaptasi.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, guru tetap menjadi pusat perubahan, penjaga nilai, sekaligus penggerak lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
Pendidikan yang maju membutuhkan guru yang terus bertumbuh. Dan dari Tulangbawang, semangat perubahan itu kembali ditegaskan. (*)
Silahkan Baca juga :  Praktisi Hukum Mawardi Hendra Jaya: SE Diskominfo Tuba Cederai Kemerdekaan Pers

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak

Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang