BANDARLAMPUNG – Suasana damai mewarnai aksi ribuan mahasiswa yang digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin (01/09/2025) siang.
Aksi tersebut berlangsung tertib dan diakhiri dengan dialog terbuka bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD), jajaran Forkopimda, dan pimpinan DPRD.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa Gubernur RMD tiba di tengah massa sekitar pukul 12.50 WIB.
Ia hadir didampingi Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi, serta Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar.

Momen tersebut menjadi titik balik suasana aksi, yang sejak awal berlangsung damai. Gubernur RMD langsung menyapa mahasiswa dan menyatakan komitmennya untuk mendengarkan aspirasi secara terbuka.
Bahkan, ia meminta aparat untuk membuka pagar kawat berduri sebagai bentuk itikad baik dan kepercayaan terhadap para demonstran.
“Saya minta Kapolres dan tim membuka kawat berduri. Kita kondusif, saya bersama mahasiswa,” ujar Gubernur RMD di hadapan massa, disambut tepuk tangan dan seruan dukungan dari peserta aksi.
Menyambut sikap terbuka tersebut, seorang orator aksi menyerukan agar massa duduk tenang dan menjaga ketertiban guna mendukung jalannya dialog.
“Kita kondusif, saya minta kawan-kawan duduk,” serunya, yang segera diikuti para mahasiswa. Dialog pun berlangsung di lokasi aksi, membahas berbagai aspirasi mahasiswa dengan suasana saling menghargai.
Gubernur RMD, dalam keterangannya, menegaskan bahwa ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat akan selalu terbuka.
“Kehadiran saya di sini adalah bentuk tanggung jawab moral dan politik. Kita harus saling mendengar, karena Lampung ini milik kita bersama,” ungkapnya.
Aksi ini menjadi contoh nyata bagaimana aspirasi dapat disampaikan dengan damai, dan bagaimana pemimpin hadir langsung untuk mendengarkan rakyatnya.
Suasana damai dan dialog terbuka yang tercipta menjadi harapan baru bagi hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan elemen mahasiswa. (Jef)