Bandar Lampung – Optimisme Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengukir prestasi di tingkat nasional kembali menguat. Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meyakini Kelurahan Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Barat, memiliki kapasitas, inovasi, dan kekuatan sosial yang layak mengantarkan Provinsi Lampung bersaing pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional 2026.
Keyakinan tersebut disampaikan Eva Dwiana saat mendampingi Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung yang melakukan verifikasi lapangan di Kelurahan Gedong Air. Jum’at (26/06/2026)
Lomba Kelurahan sendiri merupakan agenda tahunan yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan.
Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mengukur keberhasilan pemerintah kelurahan dalam memperkuat kelembagaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan.
“Harapan Bunda kita bisa mendapat juara dalam perlombaan ini. Tadi kan sudah dinilai, kita punya beberapa keunggulan, semoga saja bisa menang,” ujar Eva Dwiana.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Menurut Eva, Gedong Air menjadi salah satu contoh kawasan dengan kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman.
Kelurahan ini dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari suku Jawa, Lampung, Sunda, Tionghoa, hingga berbagai etnis lainnya yang hidup berdampingan dalam suasana toleransi yang kuat.
Nilai kebersamaan itu juga diperkuat melalui pelestarian budaya lokal. Berbagai kelompok seni masih aktif berkembang, mulai dari karawitan, kuda kepang, sanggar seni Lampung, hingga pencak silat tradisional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa modernisasi tidak menggerus identitas budaya masyarakat setempat.
Di sektor ekonomi, Gedong Air juga dinilai memiliki daya saing yang terus berkembang. Aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tumbuh di berbagai bidang, menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
“Di sini juga punya potensi ekonomi yang kuat, seperti pelaku UMKM yang bergerak di sejumlah sektor,” kata Eva.
Tak hanya itu, Kelurahan Gedong Air dinilai aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah. Mulai dari penyediaan bahan baku untuk Program Makanan Bergizi Gratis, hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih, seluruhnya menjadi indikator nyata keterlibatan masyarakat dalam mendukung agenda pembangunan.
Bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung, capaian dalam lomba ini bukan sekadar mengejar predikat juara.
Lebih dari itu, keberhasilan Gedong Air akan menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis partisipasi masyarakat, toleransi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi mampu berjalan beriringan.
“Harapan kita, Tim Penilai Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung menetapkan Kelurahan Gedong Air sebagai wakil Provinsi Lampung untuk berkompetisi di tingkat nasional pada 2026,” tegas Eva Dwiana.
Keberhasilan Gedong Air nantinya akan menjadi representasi bahwa kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan bukan hanya diukur dari administrasi yang baik, tetapi juga dari kemampuan membangun masyarakat yang mandiri, inklusif, produktif, dan berdaya saing.
Jika seluruh potensi tersebut mampu dipertahankan dan terus diperkuat, optimisme Kota Bandar Lampung untuk membawa nama Lampung ke panggung nasional bukanlah sekadar harapan, melainkan target yang realistis untuk diwujudkan. (*)