Tiga Marga Minta Pengusutan Objektif Kebakaran Gubuk Petani di Lahan Eks HGU PT TI dan Serukan Dialog Adat

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

TANGGAMUS — Juru Bicara Tiga Marga, Usman Mursid, menyampaikan pernyataan resmi terkait peristiwa terbakarnya sejumlah gubuk milik petani penggarap di kawasan lahan eks HGU PT Tanggamus Indah (PT TI), Kabupaten Tanggamus, yang terjadi pada Senin (8/6/2026).

Dalam siaran persnya, Usman Mursid menjelaskan bahwa pada hari yang sama sekitar 1.000 warga yang berasal dari Marga Turgak, Marga Blungueh, dan Marga BeNyata mendatangi kawasan kebun garapan di lahan eks HGU PT TI.

Menurutnya, kehadiran masyarakat tersebut bertujuan untuk mempertemukan Saudara Aliyuddin dengan Pangeran Marga Turgak guna memberikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas pernyataan yang dianggap telah menghina Buay Turgak dengan menyebut asal-usul marga tersebut tidak jelas. Pernyataan itu dinilai telah menimbulkan keresahan dan melukai perasaan masyarakat adat.

Selain itu, masyarakat Kepaksian Blungueh juga menyampaikan keberatan atas penggunaan nama adat Blungueh yang disebut dilakukan oleh pihak Aliyuddin dan rekan-rekannya melalui penyebutan “Kepaksian Adat Baru Tanjung Hikhan”.

Silahkan Baca juga :  DPRD Lampung Sampaikan Propemperda 2026 dalam Rapat Paripurna

Menurut perwakilan masyarakat adat Blungueh, terdapat ketidakkonsistenan dalam penggunaan identitas adat tersebut.

Saat memperjuangkan hak pengelolaan lahan eks HGU PT TI yang diperkirakan mencapai sekitar 850 hektare, nama Marga Blungueh digunakan sebagai dasar perjuangan.

Namun dalam pelaksanaan pembagian hasil garapan, yang digunakan justru nama Tanjung Hikhan, sementara sebagian masyarakat penggarap dinilai bukan berasal dari masyarakat adat yang berada dalam wilayah Marga Buay Blungueh.

Atas dasar itu, masyarakat adat Blungueh yang berdomisili di Pekon Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur, menyatakan keberatan dan meminta agar nama adat Marga Blungueh tidak lagi digunakan tanpa persetujuan serta legitimasi dari masyarakat adat yang sah.

Terkait peristiwa terbakarnya sejumlah gubuk petani penggarap di lokasi tersebut, Usman Mursid menegaskan bahwa pihak Tiga Marga tidak pernah mengeluarkan komando maupun perintah kepada siapa pun untuk melakukan tindakan pembakaran.

Silahkan Baca juga :  Bandar Lampung Percepat Infrastruktur 2026, 200 Ruas Jalan Lingkungan dan Revitalisasi Pedestrian Jadi Fokus

“Kami menyatakan tidak ada komando atau perintah dari siapa pun terkait peristiwa tersebut. Di lokasi terdapat ribuan orang, termasuk petani penggarap dari pihak Aliyuddin dan kelompok lainnya,” tegasnya.

Karena itu, Tiga Marga menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan fakta dan penyelidikan kepada aparat penegak hukum yang berwenang agar peristiwa tersebut dapat diusut secara objektif, profesional, dan berdasarkan bukti-bukti yang ada.

Lebih lanjut, Usman Mursid mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kebenaran harus dicari melalui mekanisme yang sah, bukan melalui asumsi maupun provokasi,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Tiga Marga juga menegaskan bahwa persoalan yang berkembang di kawasan eks HGU PT TI akan sulit menemukan penyelesaian yang berkeadilan apabila masih terdapat pihak-pihak yang mengatasnamakan atau mencatut nama adat Marga Blungueh tanpa pengakuan dari masyarakat adat yang bersangkutan.

Silahkan Baca juga :  Sekretaris DPRD Provinsi Lampung Pimpin Apel Pagi Pegawai Sekretariat

Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap nilai-nilai adat serta kearifan lokal sebagai fondasi penyelesaian konflik.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap persoalan agraria dan adat memerlukan pendekatan yang menjunjung tinggi hukum, martabat masyarakat adat, dan semangat persaudaraan.

Penyelesaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui keterbukaan, penghormatan terhadap identitas budaya, serta komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan persatuan di Kabupaten Tanggamus.

Turut mendampingi Juru Bicara Tiga Marga dalam penyampaian pernyataan tersebut, Khaja Pengulihan dari Blungueh, Khaja Penata Bandakh dari Buay Turgak, serta Dalom Bangsa Alam dari Buay BeNyata. (Helmi)

Loading

| Baca Juga

استكشاف ميزات الكازينو: ما الذي يقدمه لك في 2026

استكشاف ميزات الكازينو: ما الذي يقدمه لك في 2026

في عالم الكازينوهات، تتطور التجارب والميزات باستمرار لتلبية احتياجات اللاعبين المتزايدة والمتغيرة. مع حلول عام 2026، يُتوقع أن تشهد الكازينوهات

September 2, 2026
Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?Бонусы казино Пинко значительно отличаются от предложений конкурентов, и это делает данное заведение

Agustus 20, 2026
Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежатьСкачивание приложения 1win может показаться простым процессом, однако многие пользователи сталкиваются с

Agustus 21, 2026
Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счетаВ данной статье мы рассмотрим преимущества зеркала 1xbet по сравнению с

Agustus 21, 2026