Tulang Bawang – Negara kembali diuji bukan oleh retorika, melainkan oleh kehadiran nyata di tengah penderitaan rakyat. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menunjukkan tanggung jawab itu dengan turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana tanah longsor yang menyebabkan rumah roboh di Jalan I MBC, Lingkungan Menggala, Kelurahan Menggala Kota, Kecamatan Menggala.
Lurah Menggala Kota, Farice Sasmita secara langsung mendampingi Bupati Tulang Bawang Qudratul Ikhwan, bersama Camat Menggala, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, Baznas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat RW dan RT setempat. Rabu (04/02/2026)
Kehadiran lintas sektor ini menjadi pesan tegas bahwa penanganan bencana bukan urusan satu institusi, melainkan kerja kolektif negara dan masyarakat.
Bupati Qudratul Ikhwan menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap penderitaan warganya.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar bentuk empati, melainkan kewajiban konstitusional untuk memastikan warga terdampak bencana tidak dibiarkan menghadapi musibah sendirian.
“Musibah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. Pemerintah akan terus berupaya agar bantuan dapat terealisasi dengan baik dan tepat sasaran,” tegas Bupati di lokasi kejadian.
Lurah Menggala Kota Farice Sasmita DS menyampaikan bahwa pihak kelurahan sejak awal berkoordinasi dengan kecamatan dan pemerintah kabupaten untuk memastikan data warga terdampak akurat dan kebutuhan mendesak dapat segera ditangani.
Menurutnya, kecepatan respons dan kolaborasi antarinstansi menjadi kunci agar dampak sosial akibat bencana tidak berlarut-larut.
Sementara itu, BPBD dan Dinas Sosial memastikan bahwa bantuan darurat, baik logistik maupun pendampingan, akan terus dimonitor. Baznas turut berperan sebagai penguat solidaritas sosial, menegaskan bahwa kepedulian umat menjadi bagian penting dalam pemulihan pascabencana.
Warga setempat menyambut baik kehadiran langsung pemerintah daerah. Bagi mereka, perhatian dan tindakan nyata jauh lebih berarti daripada janji.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban serta menjadi langkah awal pemulihan atas kerugian yang dialami.
Doa dan harapan pun mengalir dari masyarakat agar seluruh proses bantuan dapat berjalan lancar, bermanfaat, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga terdampak.
Masyarakat juga mendoakan agar Bupati Tulang Bawang senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan amanah dalam memimpin daerah.
Peristiwa ini menjadi refleksi bahwa di tengah bencana, kehadiran negara bukan sekadar simbol, melainkan tanggung jawab moral dan sosial. Ketika pemerintah turun langsung, kepercayaan publik pun tumbuh, bahwa negara masih dan harus selalu ada untuk rakyatnya. (Jef)