BANDAR LAMPUNG – Sejumlah wali kota dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan ke Kota Bandar Lampung untuk mengikuti APEKSI Outlook 2025 yang akan digelar pada 19–20 Desember 2025.
Kehadiran para kepala daerah ini menegaskan komitmen kolektif pemerintah kota di seluruh Indonesia dalam memperkuat sinergi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan strategis guna mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Panitia lokal tampak aktif menjemput para wali kota di Bandara Raden Intan II, Lampung Selatan. Beberapa kepala daerah yang telah tiba di Kota Tapis Berseri antara lain Wali Kota Palu serta Sekretaris Kota Tidore Kepulauan. Kamis (18/12/2025),
Kedatangan para delegasi ini disambut dengan protokol resmi sebagai bentuk penghormatan sekaligus kesiapan Bandar Lampung sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut.
APEKSI Outlook 2025 diposisikan sebagai forum strategis antar wali kota untuk membahas isu-isu krusial perkotaan, mulai dari tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi daerah, hingga penanganan persoalan sosial dan lingkungan perkotaan.
Lebih dari sekadar forum diskusi, APEKSI Outlook menjadi ruang berbagi praktik baik dan pengalaman nyata antar daerah dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 56 wali kota telah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam agenda nasional tersebut.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring konfirmasi lanjutan dari daerah lain.
“Data sementara sudah 56 wali kota yang memastikan kehadiran. Kami masih membuka ruang konfirmasi dari kepala daerah kota lainnya,” ujar Wilson.
Ia menegaskan, APEKSI Outlook 2025 tidak hanya dirancang sebagai forum elite antar wali kota, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung.
Panitia telah menyiapkan empat agenda utama yang merepresentasikan semangat kolaborasi antara pemerintah dan warga.
Agenda pembuka diawali dengan kegiatan “Begawi Jajama” yang dipusatkan di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, dilanjutkan dengan senam bersama serta kunjungan para wali kota ke stan UMKM.
Rangkaian ini menjadi simbol penguatan ekonomi kerakyatan sekaligus ruang interaksi langsung antara kepala daerah dan pelaku usaha lokal.
Selanjutnya, para wali kota akan mengikuti pertemuan tertutup di Ruang Wali Kota Bandar Lampung untuk membahas kondisi aktual perkotaan serta proyeksi pembangunan ke depan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan seminar dan pendalaman materi strategis, sebelum ditutup dengan forum outlook pembangunan dan gala dinner pada malam hari.
Dengan skala kehadiran yang luas dan agenda yang substansial, APEKSI Outlook 2025 diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan melahirkan rekomendasi konkret dan arah kebijakan bersama bagi masa depan kota-kota di Indonesia.
Bandar Lampung pun kembali menegaskan posisinya sebagai simpul dialog nasional dalam merumuskan wajah pembangunan perkotaan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. (*)