TULANGBAWANG – Komitmen memastikan pelayanan publik berjalan disiplin, terukur, dan sesuai standar kembali ditegaskan Wakil Bupati Hankam Hasan. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang tidak ingin program pemenuhan gizi masyarakat berjalan sekadar administratif, tetapi benar-benar menghadirkan kualitas dan tanggung jawab.
Secara berkelanjutan, Wakil Bupati Hankam Hasan melakukan monitoring langsung ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Menggala Timur dan Kecamatan Banjar Baru.
Peninjauan dilakukan di tiga titik utama, yakni SPPG Menggala Timur, SPPG Banjar Baru Tirto Mulyo, serta SPPG Banjar Baru Panca Karsa.
Monitoring difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, serta kelengkapan fasilitas pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Selain itu, Wakil Bupati juga melakukan pengecekan langsung terhadap sampel program Makanan Bergizi Gratis yang disiapkan oleh petugas.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan simbolis. Hankam Hasan memastikan secara langsung bahwa makanan yang disiapkan benar-benar memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi kualitas bahan, kebersihan proses pengolahan, hingga cara penyajiannya.
“Program gizi adalah investasi masa depan. Karena itu pengelolaannya harus disiplin, higienis, dan sesuai standar,” tegasnya dalam peninjauan tersebut.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa SPPG Banjar Baru Panca Karsa dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan operasional.
Fasilitas yang tersedia, termasuk sistem IPAL, telah sesuai dengan standar yang ditetapkan sehingga dinilai layak dalam mendukung pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Namun demikian, dua lokasi lainnya masih memerlukan sejumlah pembenahan. Beberapa aspek teknis dan fasilitas pendukung perlu ditingkatkan agar seluruh operasional benar-benar memenuhi ketentuan yang berlaku.
Wakil Bupati menegaskan bahwa monitoring tidak akan berhenti pada satu kali kunjungan. Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan berkala guna memastikan seluruh SPPG berjalan optimal, aman, dan profesional.
Bagi Pemkab Tulang Bawang, pelayanan gizi bukan sekadar program, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap kualitas generasi masa depan.
Ketika standar dijaga dan pengawasan dilakukan secara konsisten, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga menentukan kualitas masyarakat di masa mendatang. (*)