TANGGAMUS – Harapan panjang warga Pekon Semuong, Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus untuk memiliki jembatan permanen yang aman dan layak akhirnya terjawab. Pembangunan Jembatan Ulu Semuong yang sudah bertahun-tahun dinanti kini berdiri sebagai simbol perubahan dan kemajuan wilayah. Rabu (26/11/2025)
Antusiasme masyarakat pecah dalam ungkapan syukur dan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mewujudkan kebutuhan vital tersebut.
Jembatan yang menjadi jalur utama mobilitas warga ini selama bertahun-tahun hanya mengandalkan struktur kayu swadaya masyarakat. Kondisinya sering licin, rapuh, dan rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan.
Kini, kehadiran jembatan permanen dianggap sebagai game changer bagi perekonomian setempat. Akses menuju lahan pertanian dan jalur pengangkutan hasil bumi dipastikan akan lebih cepat, aman, dan efisien.
Salah satu warga, Asmidi, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih yang mendalam.
Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi jawaban atas doa panjang masyarakat yang selama ini menanti perhatian pemerintah.
“Terima kasih banyak Bapak Bupati H. Saleh Asnawi. Akhirnya di zaman beliau inilah jembatan ini terealisasi,” ujar Asmidi dengan mata berbinar.
Ia juga berharap pembangunan tidak berhenti pada jembatan saja. “Semoga ke depannya jalan kami segera diaspal agar perekonomian semakin maju dan akses menuju lahan pertanian lebih mudah.”
Sementara itu, warga lainnya, Ibu Ayu dan Ibu Yulia, menyampaikan apresiasi serupa. Bagi mereka, pembangunan ini adalah bukti nyata bahwa janji infrastruktur bukan lagi sebatas wacana. Optimisme tumbuh di Pekon Semuong.
Warga kini melihat masa depan desa mereka lebih cerah dengan adanya infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan paling mendesak.
Proyek pembangunan Jembatan Ulu Semuong sendiri dikerjakan oleh CV Galih Pratama Jaya. Berdasarkan pantauan di lapangan, progres pengerjaan telah mencapai sekitar 50 persen.
Kecepatan dan ketepatan pelaksanaan proyek mendapat sambutan baik dari masyarakat, menandakan adanya keseriusan pemerintah dan kontraktor dalam menuntaskan pembangunan yang menjadi urat nadi perekonomian warga ini.
Realisasi proyek ini sekaligus menjadi bukti hadirnya pemerintah dalam menjawab persoalan dasar masyarakat, terutama terkait aksesibilitas.
Setelah bertahun-tahun bergantung pada jembatan kayu yang sering ambles dan membahayakan pengguna, kini warga Pekon Semuong menyongsong era baru dengan lebih percaya diri.
Mereka berharap pengaspalan jalan dapat segera menyusul sehingga jalur distribusi hasil bumi menjadi semakin lancar dan berdampak positif bagi kesejahteraan seluruh masyarakat.
Dengan terbangunnya jembatan permanen ini, Pekon Semuong tidak hanya mendapatkan akses fisik, tetapi juga membuka pintu bagi percepatan ekonomi dan kualitas hidup yang lebih baik. (Tim)