Tulang Bawang – Ketika rakyat masih berjibaku dengan harga kebutuhan pokok yang melambung, jalan desa penuh lubang, irigasi pertanian tersumbat, sekolah banyak yang butuh perbaikan, dan layanan kesehatan minim, justru Pemkab Tulang Bawang memilih menggelontorkan dana Rp4 miliar hanya untuk rehabilitasi rumah dinas Ketua DPRD dan Wakil Bupati.
Dua proyek yang terpampang di papan informasi Kecamatan Menggala itu memuat angka yang tak main-main.
Rehabilitasi Rumah Dinas Ketua DPRD mencapai Rp2,12 miliar, sementara rehabilitasi Rumah Dinas Wakil Bupati menelan biaya Rp2,03 miliar. Totalnya lebih dari Rp4 miliar—uang rakyat yang bersumber dari APBD Tulang Bawang.
Kritik pun mengalir deras. Salah satunya dari Heven Irawan, warga Tulang Bawang. Menurutnya, keputusan mengalokasikan miliaran rupiah hanya untuk mempercantik rumah dinas pejabat adalah bentuk kebijakan yang abai terhadap prioritas rakyat kecil.
“Apakah rumah dinas pejabat memang lebih penting daripada rumah rakyat yang bocor dan roboh? Apakah wajah bangunan rumah dinas lebih mendesak daripada wajah kemiskinan di kampung-kampung?” tegasnya.
Heven menegaskan, rakyat lebih membutuhkan jalan yang layak, irigasi yang memadai, sekolah yang manusiawi, dan fasilitas kesehatan yang mudah diakses. Bukan rumah dinas yang megah. Ia mendorong pemerintah untuk menerapkan efisiensi anggaran, bukan jor-joran dengan proyek bernilai jumbo yang hanya bersifat kosmetik.
Lebih jauh, ia menuntut adanya keterbukaan publik dan audit independen agar proyek-proyek seperti ini tidak menjadi ajang bancakan segelintir elit.
“Di era sulit seperti sekarang, proyek miliaran untuk rumah dinas pejabat terasa tidak punya empati pada penderitaan rakyat. Pemerintah seharusnya peka, mengarahkan APBD untuk kepentingan masyarakat luas, bukan segelintir pejabat. Jika pola ini terus berulang, jangan salahkan rakyat bila kepercayaan terhadap pemimpin semakin terkikis,” pungkas Heven.
Kasus ini kembali menegaskan pertanyaan mendasar, Apakah APBD benar-benar untuk rakyat, atau hanya untuk kenyamanan elit penguasa?