Diduga Polres Tulang Bawang Lambat Dalam Menangani Laporan Kasus Kekerasan di Pesantren AS-SYAIKHAN dari Tahun 2024 Sampai 2026

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Tulang Bawang – Tuntutan keadilan kembali menguat dari Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang.

Keluarga seorang siswa Pondok Pesantren AS-SYAIKHAN melaporkan dugaan tindak kekerasan terhadap anak mereka, Nugik Bin Adot (13), yang disebut terjadi pada Minggu, 17 November 2024.

Namun hingga Selasa 05 Mei 2026 perkara tersebut dinilai belum menunjukkan kejelasan hukum. Laporan yang telah disampaikan ke Polres Tulang Bawang sejak 2024, menurut pihak keluarga, berjalan lambat tanpa hasil yang pasti.

Hikmah alias Kema, ibu korban, membeberkan kronologi yang ia peroleh dari anaknya. Sekitar pukul 07.30 WIB, ia menerima kabar bahwa Nugik diduga mengalami penganiayaan oleh dua pengajar di lingkungan pesantren.

Silahkan Baca juga :  PLN Padam, Seluruh Satker Pemkab Terhambat

Peristiwa bermula saat korban membeli es coklat dan beristirahat di gazebo. Setelah itu, Nugik berdiri sambil meminum es tersebut sebelum dipanggil oleh seorang ustad bernama Aziz, yang saat itu berada di dekat masjid bersama ustad lainnya, Bagus.

Teguran yang semula bersifat normatif berubah menjadi insiden yang dipersoalkan.

“Kalau minum jangan berdiri,” ujar Hikmah menirukan teguran tersebut. Nugik menjawab, “Maaf ustad, saya lupa.”

Namun, menurut keterangan keluarga, respons itu justru berujung pada tindakan fisik. Korban diduga dicubit dan kulit dada sebelah kiri ditarik keras hingga berteriak kesakitan.

Tak berhenti di situ, pengajar lain disebut kembali menegur dan diduga menjambak serta menampar korban ketika ia kembali meminta maaf.

Silahkan Baca juga :  Jokowi Tenteng Kertas Besar Luruskan Pernyataannya Soal Presiden Boleh Kampanye

“Anak saya masih di bawah umur. Kami tidak terima jika pendidikan dilakukan dengan kekerasan,” tegas Hikmah.

Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu terlapor masih berstatus pengajar magang.

Lebih jauh, keluarga menyebut dampak insiden tersebut tidak ringan, korban mengalami trauma hingga akhirnya putus sekolah.

Keluarga menilai lembaga pendidikan berbasis keagamaan seharusnya menjadi ruang pembinaan moral, bukan sumber luka psikologis. Mereka mendesak agar proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Kami menuntut keadilan, bukan janji. Jangan karena kami orang tidak mampu lalu laporan kami diabaikan,” ujar Hikmah dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pesantren maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus.

Silahkan Baca juga :  Pemkot Bandar Lampung Groundbreaking Pembangunan Chinatown Telukbetung

Kasus ini menegaskan satu hal, pendidikan tidak boleh mengorbankan kemanusiaan. Penegakan hukum yang tegas dan objektif menjadi kunci, bukan sekadar untuk mengadili, tetapi memastikan perlindungan anak benar-benar ditegakkan.

Sorotan kini mengarah pada pimpinan Polres Tulang Bawang, yang didesak publik dan keluarga korban untuk segera mengambil langkah konkret.

Sebab dalam negara hukum, keadilan bukanlah privilese, melainkan hak setiap warga negara, tanpa kecuali,” Pungkasnya (Red)

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak silat di Kabupaten Tulang Bawang. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan

|
Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan ada perubahan memiliki tanggung jawab menjalan tugas sebagai abdi negara

|
Mei 9, 2023
Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang saat ini ditanami pohon pisang, Penjabat Bupati Tubaba Zaidirina pastikan

|
Mei 8, 2023