Bandar Lampung – Bupati Pesawaran, Nanda Indira, menjalani pemeriksaan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung Kehadirannya menyita perhatian publik, bukan hanya karena statusnya sebagai kepala daerah aktif, tetapi juga lantaran pemeriksaan ini diduga berkaitan dengan perkara hukum yang menyeret sang suami, Dendi Ramadhona, mantan Bupati Pesawaran. pada Kamis, (11/12/2025)
Sejak tiba di Kejati Lampung, Nanda langsung menuju ruang pemeriksaan. Tidak ada iring-iringan staf, tidak ada pengawalan khusus, sebuah pemandangan yang cukup jarang terlihat pada agenda pemeriksaan pejabat publik.
Sekitar pukul 12.21 WIB, Nanda terlihat keluar dari Gedung Pidana Khusus (Pidsus) dengan langkah santai dan ekspresi tenang.
Dalam kesempatan itu, penampilan Nanda juga mencuri perhatian. Ia mengenakan pakaian berwarna merah muda, kontras dengan atmosfer pemeriksaan yang biasanya diwarnai ketegangan.
Gaya tampil percaya dirinya menimbulkan berbagai interpretasi di kalangan publik, mulai dari penegasan ketegasan sikap hingga kemampuan mengontrol tekanan dalam situasi sensitif.
Usai keluar dari Gedung Pidsus, Nanda langsung menuju ruangan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejati Lampung.
Puluhan awak media yang sudah menunggu langsung mencoba meminta keterangan. Namun, Nanda hanya memberikan jawaban singkat yang diplomatis.
“Nanti ya, saya makan dulu biar ada tenaga,” ujarnya singkat sambil berlalu, tanpa menyinggung sedikit pun substansi pemeriksaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Tinggi Lampung belum memberikan pernyataan resmi terkait materi pemeriksaan, termasuk dalam kapasitas apa Nanda dipanggil dan diperiksa penyidik. Kejati masih memilih menahan komentar, sehingga ruang spekulasi publik sementara tetap terbuka.
Meski demikian, pemeriksaan ini kembali menegaskan pentingnya akuntabilitas dan integritas pejabat publik, sebuah nilai yang menjadi sorotan masyarakat dalam setiap proses penegakan hukum.
Transparansi keterangan dari aparat penegak hukum menjadi harapan besar agar proses hukum berjalan objektif, berimbang, dan tidak menimbulkan praduga berlebih di tengah publik. (Jef)