TULANG BAWANG — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan memastikan petani mendapatkan akses energi yang adil, Direktur BUMD Tulang Bawang, Novi Marzani, S.Sos, menegaskan kesiapan perusahaannya untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi kebutuhan sektor pertanian.
Pernyataan ini disampaikan usai audiensi antara LSM Trinusa Tulang Bawang, Gapoktan, dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, yang digelar di ruang rapat Pemkab Tulang Bawang, Rabu (30/10/2025).
Menurut Novi Marzani, BUMD memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk hadir dalam setiap kebutuhan dasar masyarakat, terutama petani yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Kami di BUMD Tulang Bawang siap menjalankan amanah ini. SPBU milik daerah harus menjadi bagian dari solusi, menjamin BBM pertanian tersedia tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” tegas Novi.
Ia menjelaskan bahwa BUMD Tulang Bawang tengah menyiapkan skema kerja sama teknis dengan Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan untuk memperkuat mekanisme distribusi BBM bersubsidi.
Langkah ini, kata Novi, tidak hanya soal penyaluran energi, tetapi juga tentang efisiensi, transparansi, dan keberpihakan nyata kepada petani kecil.
“Kami akan memastikan setiap liter BBM yang disalurkan benar-benar digunakan untuk kepentingan pertanian, bukan untuk tujuan komersial lain. Prinsip kami adalah akuntabilitas dan kebermanfaatan publik,” ujarnya.
Kesiapan BUMD ini mendapat dukungan penuh dari Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Tulang Bawang, Dr. Pahada Hidayat, SH., MH., yang menilai langkah ini sebagai terobosan nyata untuk mengurai persoalan klasik distribusi BBM di wilayah pedesaan.
Kebijakan sinergi antara Pemkab, BUMD, dan kelompok tani diharapkan menjadi model pengelolaan energi berbasis daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan langsung BUMD, kontrol dan pengawasan distribusi BBM dapat dilakukan secara lebih terpadu dan transparan.
“Kami ingin SPBU BUMD menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam memastikan energi berpihak pada petani. Ini bukan sekadar bisnis, tapi panggilan untuk melayani kepentingan publik,” tegas Novi Marzani menutup pernyataannya.
Langkah ini menjadi bukti bahwa BUMD Tulang Bawang tidak hanya berperan sebagai entitas usaha, tetapi juga motor penggerak pembangunan ekonomi rakyat, mendorong kemandirian energi pertanian dan memperkuat fondasi ketahanan pangan di daerah. (Jeffry)