Pembangunan Tower, Jalan Beton, dan Land Clearing di TNWK Dipersoalkan, Dinilai Merusak Ekosistem dan Mengancam Satwa Liar

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Bandar Lampung – Ratusan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Menuntut pemerintah menghentikan dan mengevaluasi pembangunan sejumlah infrastruktur di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Selasa (14/7/2026)

Massa menilai pembangunan tower, jalan beton, serta pembukaan lahan (land clearing) di kawasan konservasi tersebut berpotensi merusak ekosistem hutan dan mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang dilindungi.

Aksi tersebut menjadi bentuk keprihatinan publik terhadap arah pembangunan di kawasan konservasi yang selama puluhan tahun dikenal sebagai benteng terakhir keanekaragaman hayati di Sumatera.

Bagi para demonstran, pembangunan di kawasan taman nasional tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur, melainkan menyangkut masa depan ekosistem yang menjadi penyangga kehidupan satwa liar.

Koordinator aksi, Sudirman Dewa, menegaskan bahwa Taman Nasional Way Kambas memiliki fungsi strategis sebagai kawasan konservasi nasional yang harus dijaga dari aktivitas yang berpotensi mengubah bentang alam secara permanen.

Silahkan Baca juga :  PJ Bupati Zaidirina Ikuti Rapat Paripurna Tingkat I Atas Empat Raperda

“Kami meminta pemerintah melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan yang berjalan di TNWK karena berpotensi merusak ekosistem bahkan mengancam kehidupan satwa di dalamnya,” tegas Sudirman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, masyarakat mempersoalkan pembangunan tower, bangunan berbahan besi, serta jalan beton di dalam kawasan TNWK.

Proyek tersebut disebut melibatkan pembukaan lahan, penebangan pohon-pohon yang telah tumbuh selama puluhan tahun, serta pembangunan jalan beton yang diperkirakan mencapai sekitar 17 kilometer.

Menurut Sudirman, perubahan bentang alam tersebut dikhawatirkan akan mengganggu habitat satwa liar, memutus jalur jelajah Gajah Sumatera, serta mengubah keseimbangan ekologis kawasan yang selama ini menjadi rumah bagi berbagai spesies dilindungi.

Selain persoalan fisik pembangunan, massa juga mempertanyakan dasar ilmiah pelaksanaan proyek tersebut. Mereka meminta pemerintah membuka secara transparan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), kajian ekologis, serta hasil penelitian yang menjadi landasan pembangunan di kawasan konservasi tersebut.

Silahkan Baca juga :  Bupati Novriwan Jaya Buka Kejurkab Basket 2025: Target Kembalikan Tubaba Sebagai Lumbung Atlet Lampung

“Publik berhak mengetahui apakah seluruh pembangunan ini telah melalui kajian ilmiah yang komprehensif dan benar-benar mempertimbangkan dampaknya terhadap ekosistem maupun satwa liar,” ujar Sudirman.

Dalam orasinya, massa juga menyinggung kematian Gajah Sumatera jantan bernama Indra pada Juni 2026. Meski pihak pengelola TNWK sebelumnya menyatakan kematian satwa tersebut berkaitan dengan faktor usia dan kondisi kesehatan, para demonstran menilai peristiwa itu semakin memperkuat pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aktivitas pembangunan di dalam kawasan konservasi.

Atas dasar itu, masyarakat mendesak pemerintah pusat, Kementerian Kehutanan, serta instansi terkait melakukan audit lingkungan secara independen terhadap seluruh proyek yang sedang berlangsung di TNWK.

Mereka menilai pembangunan di kawasan konservasi harus mengedepankan prinsip kehati-hatian, berbasis ilmu pengetahuan, serta memastikan tidak mengorbankan fungsi ekologis taman nasional.

Silahkan Baca juga :  Ketua KWI dan Sekretaris AWPI, Isu Pendataan Media UKW oleh Kominfo Tulangbawang Dipastikan Hoaks

Di sisi lain, saat dikonfirmasi mengenai persoalan tersebut, seorang mantan anggota Satuan Tugas (Satgas) TNWK menyatakan dirinya tidak lagi memiliki kewenangan memberikan keterangan.

“Konfirmasi langsung saja dengan satgas yang masih aktif di lokasi Taman Nasional agar mendapatkan informasi yang tepat. Saya sudah mengundurkan diri sejak Senin kemarin,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Balai Taman Nasional Way Kambas belum memberikan keterangan resmi terkait aspirasi masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan yang dipersoalkan tersebut. (Tim)

Loading

| Baca Juga

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?

Чем отличаются бонусы казино Пинко от других казино?Бонусы казино Пинко значительно отличаются от предложений конкурентов, и это делает данное заведение

Agustus 20, 2026
Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежать

Топ ошибок при 1win скачать и способы их избежатьСкачивание приложения 1win может показаться простым процессом, однако многие пользователи сталкиваются с

Agustus 21, 2026
Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счета

Сравнение зеркала 1xbet и других платформ с сохранением данных счетаВ данной статье мы рассмотрим преимущества зеркала 1xbet по сравнению с

Agustus 21, 2026
Почему пинко казино – популярный выбор среди игроков сегодня?

Почему пинко казино – популярный выбор среди игроков сегодня?

Почему пинко казино – популярный выбор среди игроков сегодня?Пинко казино привлекает внимание игроков по всему миру благодаря своим уникальным особенностям

Agustus 21, 2026