Bandar Lampung – Dunia pendidikan kembali dikejutkan dengan insiden tragis yang menewaskan seorang siswa SMP Negeri 12 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Senin (29/09/2025).
Peristiwa yang diduga dipicu aksi perundungan tersebut kini menjadi sorotan publik dan memantik evaluasi serius terhadap sistem pengawasan di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amrico, menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan serta pembinaan karakter di sekolah.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi titik balik untuk mempertegas peran semua pihak, baik sekolah, orang tua, hingga masyarakat.
“Ini alarm bagi kita semua. Pengawasan di sekolah harus diperkuat, terutama peran guru Bimbingan Konseling (BK). Kasus ini jangan dianggap sepele, karena menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak kita,” ujar Thomas saat dikonfirmasi, Selasa (30/9/2025).
Thomas menambahkan, pihaknya akan menempuh langkah strategis, di antaranya:
- memperkuat satuan tugas (Satgas) anti-perundungan dan OSIS,
- mendorong peningkatan pendidikan karakter dan agama untuk mengendalikan emosi siswa,
- memperluas literasi digital agar pelajar tidak terjerumus pada pengaruh negatif media sosial,
- serta melibatkan orang tua dan tokoh masyarakat dalam pengawasan tumbuh kembang anak.
“Pencegahan perundungan tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Pendidikan karakter harus diperkuat, dan tokoh agama dapat berperan menanamkan nilai moral. Intinya, ini kerja bersama,” tegas Thomas.
Sementara itu, kronologis kejadian bermula ketika korban JS (13), siswa kelas VII, terlibat perkelahian dengan rekannya SR, siswa kelas VII A.
JS sempat memukul kepala SR hingga membuat pelaku tersulut emosi. SR kemudian mengambil gunting dari laci meja dan menikam tubuh korban hingga mengenai pelipis, belakang kepala, dan punggung.
Korban seketika tersungkur bersimbah darah. Meski sempat dibawa ke Puskesmas Biha, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan.
Aparat Polres Pesisir Barat yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa gunting, baju, dan tas milik korban.
Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, sementara publik mendesak agar tragedi serupa tidak terulang kembali. (*)