Jakarta Berduka: Suara Rakyat Tenggelam dalam Deru Kekuasaan

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Jakarta — Indonesia sedang menghadapi babak getir dalam perjalanannya sebagai bangsa. Awan kelabu menyelimuti langit demokrasi, menyusul aksi demonstrasi yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang kini merambat dan menggema hingga ke pusat kekuasaan di Ibu Kota.

Gelombang protes rakyat ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan cermin dari kepedihan mendalam akibat jurang ketimpangan yang semakin menganga.

Ironi terbesar datang ketika di tengah jeritan kemiskinan, Dewan Perwakilan Rakyat justru menaikkan gaji mereka sendiri.

Di sisi lain, masih banyak warga yang harus memungut sisa makanan dari tong sampah demi bertahan hidup. Pertanyaan mendasarnya: Di mana letak nurani penguasa?

Kebijakan fiskal pun turut menjadi sorotan tajam. Kenaikan pajak yang disebut-sebut mencapai 200% menjadi beban tambahan yang menindih kehidupan rakyat kecil.

Silahkan Baca juga :  Polda Lampung Dapat Penghargaan Tentang Keterbukaan Informasi Publik

Bukannya memberikan ruang bernapas, kebijakan ini justru menekan lebih dalam dada masyarakat yang sudah sesak oleh beban hidup.

Era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tampaknya memasuki fase kritis dalam persepsi publik.

Alih-alih menenangkan gejolak, berbagai peraturan presiden (Perpres) yang diterbitkan justru dinilai menyulut bara di tengah masyarakat.

Di warung kopi, di jalanan sempit, di forum-forum intelektual—keluhan atas ketimpangan dan ketidakpekaan kebijakan negara terdengar semakin nyaring.

Pemerintah seharusnya menjadi pengayom, bukan penguasa. Negara hadir untuk menyejahterakan, bukan sekadar memerintah.

Ketika rakyat sudah turun ke jalan, itu bukan hanya karena lapar perut—tetapi karena lapar keadilan.

Inilah saatnya pemerintah menundukkan kepala, bukan untuk tunduk pada tekanan, tetapi untuk mendengarkan.

Silahkan Baca juga :  Menjelang Akhir Tahun Anggaran, Kominfo Tulang Bawang Disorot: Antara Kebijakan yang Membingungkan dan Tuntutan Transparansi Publik

Mendengarkan suara rakyat yang selama ini mungkin hanya dianggap bisikan. Negeri ini dibangun di atas fondasi pengorbanan, bukan kemewahan elit.

Indonesia tidak butuh pemimpin yang hanya pandai membuat aturan, tetapi pemimpin yang bersedia mendengar, merasakan, dan bertindak dengan hati.

Semoga peristiwa ini menjadi momentum bagi para pemegang kuasa untuk berkaca—bahwa kekuasaan sejatinya adalah amanah, bukan alat penindas. (Jeffry)

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak silat di Kabupaten Tulang Bawang. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan

|
Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan ada perubahan memiliki tanggung jawab menjalan tugas sebagai abdi negara

|
Mei 9, 2023
Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang saat ini ditanami pohon pisang, Penjabat Bupati Tubaba Zaidirina pastikan

|
Mei 8, 2023