Ekonomi Wisata Lampung Menguat, Arah Pengembangan Hotel Kian Terbuka

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

BANDARLAMPUNG—Sektor pariwisata Provinsi Lampung terus menunjukkan geliat positif dari sisi jumlah kunjungan dan perputaran ekonomi.

Sepanjang 2025 hingga November, jumlah perjalanan wisatawan tercatat mencapai 24,70 juta perjalanan, menandai kuatnya mobilitas wisata di daerah ini. Kota Bandar Lampung masih menjadi tujuan utama dengan kontribusi 20,62 persen, disusul Kabupaten Lampung Selatan sebesar 13,88 persen dan Kabupaten Lampung Tengah 12,25 persen.

Pola ini menunjukkan bahwa kawasan perkotaan dan wilayah penyangga tetap menjadi pusat aktivitas wisata.
Pertumbuhan kunjungan tersebut berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi pariwisata.

Dalam tiga tahun terakhir, nilai ekonomi sektor ini mengalami lonjakan tajam. Pada 2023, perputaran ekonomi pariwisata Lampung tercatat sekitar Rp16,26 triliun, meningkat menjadi Rp30,39 triliun pada 2024, dan kembali melonjak pada 2025 hingga November mencapai Rp53,11 triliun.

Kenaikan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah wisatawan, tetapi juga oleh meningkatnya rata-rata pengeluaran per wisatawan yang pada 2025 mencapai sekitar Rp2,15 juta.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, kinerja industri perhotelan belum menunjukkan pemulihan yang sepadan. Sepanjang 2025, tingkat penghunian kamar (TPK) rata-rata hotel berbintang di Provinsi Lampung tercatat sebesar 48,93 persen, sementara hotel nonbintang hanya mencapai 25,60 persen.

Silahkan Baca juga :  Antisipasi Terhambatnya Mobilitas Warga Selama Puncak Musim Hujan dan Ramadan, Pemprov Lampung Tutup Jalan Berlubang

Angka ini mencerminkan bahwa peningkatan aktivitas wisata masih didominasi oleh perjalanan singkat, sehingga belum mampu mendorong lama tinggal wisatawan secara optimal.

Di sisi lain, kapasitas akomodasi di Lampung terus bertambah. Saat ini terdapat 49 hotel berbintang dengan total 4.572 kamar dan 7.009 tempat tidur, serta 495 hotel nonbintang yang menyediakan 12.245 kamar dan 16.698 tempat tidur.

Besarnya kapasitas ini memperlihatkan adanya tantangan keseimbangan antara suplai akomodasi dan permintaan efektif yang belum sepenuhnya terbentuk.

Indikator pendukung pariwisata sebenarnya terus menunjukkan tren positif. Jumlah destinasi wisata meningkat dari 557 lokasi pada 2022 menjadi 627 lokasi pada 2025. Jumlah restoran dan rumah makan juga bertambah dari 1.975 unit menjadi 2.511 unit.

Berbagai fasilitas hiburan seperti bioskop, karaoke, sport center, dan arena rekreasi lainnya turut berkembang. Namun, pertumbuhan fasilitas tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi peningkatan tingkat hunian hotel.

Tekanan terhadap industri perhotelan tidak hanya terjadi di Lampung, tetapi juga menjadi fenomena nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa secara agregat tingkat penghunian kamar hotel sepanjang 2025 masih relatif rendah.

Silahkan Baca juga :  Puluhan Gapoktan Antusias Ikuti Bimtek Pembuatan Pupuk Organik Cair di Tanggamus

Bahkan pada segmen hotel kelas atas, tekanan terlihat lebih nyata. Pada November 2025, hotel bintang lima secara nasional hanya mencatat TPK sekitar 56,30 persen, mengalami penurunan secara tahunan dan menjadi segmen dengan koreksi terdalam dibandingkan klasifikasi hotel lainnya.

Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan wisatawan berdaya beli tinggi serta semakin selektifnya pola perjalanan.

Kondisi nasional tersebut berkelindan dengan situasi di Provinsi Lampung. Di tengah bertambahnya kapasitas kamar dan pesatnya pembangunan hotel, tingkat hunian belum mampu mengimbangi suplai yang tersedia.

Pola kunjungan wisatawan di Lampung masih didominasi perjalanan singkat, dengan rata-rata lama menginap sekitar 1,29 hari. Hal ini menegaskan posisi Lampung yang masih kerap menjadi daerah transit atau persinggahan, bukan destinasi utama untuk tinggal lebih lama.

Situasi ini menghadirkan tantangan struktural bagi pembangunan pariwisata daerah. Investasi hotel terus tumbuh sebagai cerminan optimisme terhadap potensi ekonomi Lampung.

Namun, tanpa penguatan daya tarik destinasi dan penciptaan pengalaman wisata yang beragam, aktivitas wisata cenderung berhenti pada fungsi dasar perjalanan, bukan pada pengalaman yang mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal.

Silahkan Baca juga :  Skandal Aset KUD di Rawa Jitu Selatan Memanas, Publik Desak Aparat Usut Dugaan Manipulasi Surat Tanah

Tekanan terhadap okupansi juga terlihat pada momentum libur panjang. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung mencatat tingkat hunian kamar hotel selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 mengalami penurunan sekitar 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini menandakan perubahan perilaku wisatawan serta semakin ketatnya persaingan antardestinasi.
Secara keseluruhan, rendahnya tingkat penghunian kamar sepanjang 2025, baik pada hotel berbintang maupun nonbintan menjadi sinyal kuat bahwa persoalan perhotelan di Lampung bukan sekadar fluktuasi musiman.

Kondisi ini mencerminkan tantangan struktural dalam pembangunan pariwisata daerah.
Ke depan, penguatan destinasi unggulan, penyelenggaraan event berbasis pengalaman, serta integrasi pariwisata dengan ekonomi kreatif dan budaya lokal menjadi langkah strategis agar Lampung tidak lagi sekadar menjadi daerah persinggahan.
.
Dengan pendekatan tersebut, Lampung diharapkan mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan, memperbaiki tingkat hunian hotel, dan memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak silat di Kabupaten Tulang Bawang. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan

|
Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan ada perubahan memiliki tanggung jawab menjalan tugas sebagai abdi negara

|
Mei 9, 2023
Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang saat ini ditanami pohon pisang, Penjabat Bupati Tubaba Zaidirina pastikan

|
Mei 8, 2023