Dugaan Kekerasan di Ponpes AS-SYAIKHAN, Orang Tua Santri Desak Polres Tulang Bawang Bertindak Tegas

Dilaporkan oleh : Lampung city admin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

TULANGBAWANG – Tuntutan keadilan kembali menggema dari Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Orang tua seorang siswa Pondok Pesantren AS-SYAIKHAN melaporkan dugaan tindak kekerasan terhadap anaknya, Nugik Bin Adot yang berumur 13 tahun, yang terjadi pada Minggu, 17 November 2024. Hingga Sabtu (28/02/2026)

Perkara tersebut disebut belum menunjukkan kejelasan hukum. Laporan itu telah disampaikan kepada Polres Tulang Bawang sejak 2024.

Namun, menurut keluarga korban, proses penanganannya dinilai berjalan lambat dan belum membuahkan hasil yang pasti.

Hikmah alias Kema, ibu dari Nugik, memaparkan kronologi kejadian secara terbuka.

Ia mengaku menerima kabar sekitar pukul 07.30 WIB bahwa anaknya diduga mengalami penganiayaan oleh dua orang pengajar di lingkungan pondok pesantren.

Silahkan Baca juga :  Temui Ketua MPR RI, Gubernur Mirza Sampaikan Aspirasi Mahasiswa Lampung

Menurut penuturan Hikmah, peristiwa bermula ketika Nugik membeli es cokelat dan beristirahat di gazebo pondok pesantren. Setelah keluar dari gazebo, korban berdiri sambil meminum es tersebut.

Tak lama kemudian, ia dipanggil oleh seorang ustaz bernama Aziz yang saat itu berada di samping masjid bersama ustaz lainnya bernama Bagus.

“Ustaz Aziz menegur dengan mengatakan kalau minum jangan berdiri. Anak saya menjawab, ‘Maaf ustaz, saya lupa’,” ujar Hikmah menirukan keterangan anaknya.

Namun, jawaban tersebut, menurut pihak keluarga, justru berujung pada tindakan fisik. Korban disebut dicubit dan kulit dada sebelah kirinya ditarik dengan keras hingga berteriak kesakitan.

Setelah itu, ustaz lainnya kembali menegur dengan kalimat serupa. Ketika korban kembali meminta maaf, ia diduga dijambak dan ditampar.

Silahkan Baca juga :  Kejari Tuba Akan Segera Tetapkan Dugaan Korupsi Mantan Kakam Gedung Meneng

“Anak saya masih di bawah umur. Kami tidak terima jika bentuk pendidikan dilakukan dengan kekerasan,” tegas Hikmah.

Ia juga menyebut salah satu terlapor merupakan pengajar yang masih berstatus magang di pesantren tersebut.

Pihak keluarga menilai, lembaga pendidikan berbasis keagamaan seharusnya menjadi ruang pembinaan moral dan akhlak, bukan tempat lahirnya trauma. dan sampai saat ini anak tersebut Putus Sekolah akibat ngalami Troma, Mereka berharap proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu.

“Kami menuntut keadilan, bukan janji. Jangan karena kami orang tidak mampu lalu laporan kami diabaikan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pondok pesantren maupun aparat penegak hukum terkait perkembangan terbaru penanganan kasus tersebut.

Silahkan Baca juga :  Lampung Ukir Prestasi, Tenis Meja Beregu Putri Raih Medali Perunggu Pornas Korpri 2025

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak boleh mengorbankan kemanusiaan. Ketegasan hukum yang berimbang dan objektif dibutuhkan, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan perlindungan anak benar-benar ditegakkan. Di atas semua itu, keadilan bukan sekadar harapan, ia adalah hak setiap warga negara, tanpa kecuali. (Red)

| Baca Juga

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Zerbi Kembali Pimpin IPSI Tulang Bawang Dua Periode, Tekankan Persatuan dan Prestasi

Tulang Bawang — Rumah Makan Pindang Baung Omega di Jalan Lintas Timur, Menggala, menjadi saksi sejarah baru bagi dunia pencak silat di Kabupaten Tulang Bawang. Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan

|
Oktober 19, 2025
Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

Zaidirina, Warning Bagi Pejabat Eselon III di Tubaba

TUBABA (lampungcity.co) - Penjabat (Pj) Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Zaidirina Heriwardoyo, mengingatkan pejabat Eselon lll setelah dilakukan evaluasi, diharapkan kedepan ada perubahan memiliki tanggung jawab menjalan tugas sebagai abdi negara

|
Mei 9, 2023
Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

Zaidirina Respon Cepat Terkait Pembenahan Jalan di Tiyuh Penumangan

TUBABA (lampungcity.co) - Menyikapi adanya Pemberitaan terkait ruas jalan Provinsi di Tiyuh/Desa Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tulangbawang Barat yang saat ini ditanami pohon pisang, Penjabat Bupati Tubaba Zaidirina pastikan

|
Mei 8, 2023