BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KPRI Ragom Gawi Ke-45 oleh pemerintah Kota Bandar Lampung Tahun anggaran 2024 di Aula Gedung Semergou, Kamis (20/03/2025).
Diketahui menghadiri dalam acara rapat (RAT) tersebut Wakil Walikota Bandar Lampung, Sekretaris Daerah kota Bandar Lampung, para Asisten Kota Bandar Lampung, para Staf Ahli Pemerintah Kota Bandar Lampung, para Kepala OPD Pemerintah Kota Bandar Lampung, Camat dan Lurah se-Kota Bandar Lampung, ketua dan anggota badan pengawas dan pengurus KPRI Ragom gawi Kota Bandar Lampung, dan para peserta rapat anggota tahunan KPRI Ragom Gawi.
Dalam sambutan Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana mengatakan, Rapat Anggota Tahunan yang kita laksanakan merupakan kegiatan rutin selain untuk melakukan evaluasi program kerja yang telah ditetapkan dapat di realisir oleh pengurus dan badan pengawas, juga sebagai forum untuk merumuskan program kerja koperasi pada tahun yang akan datang.
Beliau menilai KPRI Ragom Gawi telah berkembang dengan baik dan sehat didukung dengan modal usaha yang cukup besar, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan seluruh anggota dan Keluarganya di tengah-tengah suasana persaingan yang ketat dengan badan usaha lainnya.
Pengembangan usaha yang selama ini sudah berjalan dengan baik, dengan tingkat resiko yang relatif rendah seperti pemberian fasilitas kredit simpan pinjam kepada anggota agar tetap terus di pertahankan, dan di tingkatkan lagi sesuai dengan kebutuhan anggota.
Melalui peningkatan dan pengembangan jenis usaha, diharapkan KPRI Ragom Gawi tidak hanya mampu memberikan kesejahteraan kepada para anggotanya, tetapi lebih dari itu diharapkan pula mampu turut serta berperan dalam pembangunan kota Bandar Lampung.
Pentingnya peran serta koperasi di dalam pembangunan di Kota Bandar Lampung, karena koperasi sebagai mitra pemerintah merupakan suatu badan usaha yang berorientasi kepada ekonomi kerakyatan, selain dapat membantu sebagian warga masyarakat yang tergabung dalam wadah koperasi, juga masyarakat Kota Bandar Lampung dalam mengatasi berbagai kesulitan yang sewaktu-waktu timbul sebagai akibat tidak menentunya situasi ekonomi. (*)