Tulang Bawang Barat – Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Arpani, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, dan etika jurnalistik dalam menjalankan fungsi sosial kontrol.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat awal tahun PD IWO Tubaba yang digelar di Sekretariat IWO Tubaba, Tiyuh Pulung Kencana, Senin (12/1/2026).
Arpani menekankan bahwa IWO merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang memiliki tanggung jawab moral untuk turut mendukung program pembangunan, tanpa menghilangkan sikap kritis dan independensi pers.
Menurutnya, dukungan tersebut harus diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang objektif, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik.
“IWO merupakan mitra pemerintah daerah dan sudah seharusnya turut serta mendukung program pembangunan daerah,” ujar Arpani.
Dalam kesempatan itu, Arpani juga menyampaikan keputusan penting organisasi. Ia menegaskan bahwa pada tahun 2026 PD IWO Tubaba tidak lagi tergabung dalam forum satu pintu publikasi dana desa.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program serupa pada tahun 2025 yang dinilai belum berjalan maksimal dan tidak sepenuhnya sejalan dengan semangat profesionalisme organisasi.
Lebih lanjut, Arpani mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa menjaga marwah organisasi. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah atau pihak mana pun harus disampaikan secara konstruktif, berlandaskan data, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.
“Mari kita sama-sama menjaga marwah organisasi. Jika ada kritik, lakukanlah kritik yang membangun demi kemajuan Tubaba. Teman-teman diharapkan bekerja secara profesional, menjunjung tinggi etika dan kode etik jurnalis,” tegasnya.
Terkait program kerja tahun 2026, PD IWO Tubaba tetap memprioritaskan kegiatan sosial kemanusiaan. Beberapa agenda yang akan terus dijalankan antara lain bakti sosial pembagian sembako, donor darah, serta berbagai kegiatan sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan memupuk rasa kemanusiaan dan kepekaan sosial anggota IWO, baik di lingkungan internal maupun di tengah masyarakat Tubaba secara umum,” ungkap Arpani.
Saat ini, PD IWO Tubaba beranggotakan 42 wartawan dari berbagai media online. Arpani berharap organisasi ini semakin dekat dengan masyarakat dan mampu menjadi corong aspirasi warga dalam menyampaikan keluhan, kritik, maupun saran kepada para pemegang kebijakan di berbagai tingkatan pemerintahan.
Sebagai langkah konkret, Arpani juga mengumumkan rencana pelaksanaan program bakti sosial yang menyasar langsung warga kurang mampu.
Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai akhir Januari 2026, diawali dari Tiyuh Tirta Makmur, dan akan dilaksanakan secara berjenjang setiap bulan di Kecamatan Tulang Bawang Tengah serta kecamatan lainnya di Tubaba.
“Saya berharap anggota dan pengurus IWO Tubaba dapat turun langsung menyasar rumah-rumah warga yang kurang mampu. Program bakti sosial ini akan kita jalankan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Jef)